Sunday, 30 July 2017

Sistem Pendidikan di Finlandia

Collaborative leadership.

Finland alias negara finlandia memang sangat terkenal dengan sistem pendidikannya. Bagaimana tidak, berdasar nilai PISA (the program for international students assessment, Lomba  science,math, reading, tingkat SMP unt semua negara negara UNI EROPA, dll) dan TIMSS semacam Lomba internasional di bidang Mathematika dan science seDUNIAn negara ini termasuk 5 besar.

Walau beberapa kali Finlandia ga di nomor urut 1 di PISA dan TIMSS, tapi dunia tetap saja menyorot kehebatan sistem pendidikan di negara yang sangat dekat dengan kutub utara ini .

Mengapa? Karena sistem pendidikannya yang ga robotic. Yang tidak memperlakukan siswa seperti robot dan mesin penghafal. Tapi bisa membuat siswa nya menyukai sekolah. Santai, tapi berhasil.

Di tahun 1970, Finland  mengalami krisis ekonomi yang luarbiasa. Sampe terjerat hutang luar negeri yang banyak, negara ini dalam carutmarut yang sangat parah.. makanya negara ini memang ga terkenal sama sekali dulunya.

Akhirnya, pemerintah menyadari bahwa untuk membenahi negeri nya,  reformasi yang paling harus di fokus kan adalah bidang pendidikan, karena kalau pendidikannya bagus, maka sector ekonomi, politik, dll akan bagus juga.

Reformasi pendidikan di mulai. Dimana, para peneliti pendidikan dipake. Disuruh melakukan penelitian, apa yang harus dibenahi.  Jadi, kurikulum baru di Finland itu dibuat berdasar kan penelitian, bukan kurikulum coba coba yang jika MENTERI pendidikan di ganti, maka kurikulum nya juga di ganti.

Mulai lah, institusi pendidikan dianjurkan untuk bebas sebebas bebasnya dari intervensi politik.

Kadis pendidikan, kepala sekolah, dipilih berdasar kan track record PRESTASI mengajar nya dan keilmuannya di bidang pendidikan.. Jadi, basically, kadis/kepala sekolah adalah yang paling bagus mengajar nya, yang paling paham mata pelajaran yang dipegang nya, yang paling baik budinya, yang paling santun bicaranya.

Bukan orang yang paling dekat dengan bupati atau gubernur, bukan pula orang yang paling banyak habis uang saat menjadi timses bupati atau gubernur terpilih.

ya, kadis /kepala sekolah di finlandia, semata mata diangkat  karena kualitas mereka dalam mengajar, karena keilmuan mereka. Sehingga, ketika mereka memimpin, murni misinya untuk memajukan pendidikan, memajukan sekolah, memperbaiki MANUSIA, para generasi Finland,, bukan untuk mengembalikan modal yang habis saat kampanye dulu.

Di finlandia, tidak boleh ada kesenjangan kualitas pendidikan antara siswa yg di daerah pedesaan dengan yang di kota. Oleh karenanya, sistem collaborative leadership, harus diterapkan. Artinya, ada sekitar 4 kepala sekolah yang harus bekerja sama, memikirkan bagaimana ke empat sekolah ini sama majunya. 

Mereka saling bahu membahu, membantu kepala sekolah yang lain, untuk meningkatkan kualitas siswa,guru, dan sistem di ke 4 sekolah itu . Para kepala sekolah ini, , memercahkan masalah sekolah secara bersama sama.

. Mengapa mereka mau bekerja sama?karena ke suksesan kepala sekolah di firlandia tidak di ukur dari bagusnya nilai sisswa siswa di sekolahnya saja, tapi kesuksesan mereka di ukur dari keberhasilan ke 4 sekolah tadi.

Kita bisa membayangkan, andaikan kepala SMA unggul A satu kelompok  collaborative leadership dengan kepala SMA di kampung terpencil B, maka kepsek B ini ga kerja sendirian memecahkan kesulitan2 di sekolah terpencil nya. Tapi, akan ada kepsek A juga yang memberi masukan dan ikut membantu, misalnya dengan Meminjamkan komputer yang berlebih di sekolahnya. Atau, kalau di sekolah B tidak ada guru fisika, dg senang hati kepsek A meminjamkan guru fisika nya unt ngajar di sekolah B.

Demikianlah cara Finlandia menciptakan EQUALITY dalam pendidikan. Anak anak kampung pun, tetap beruntung, bisa mengenyam pendidikan yang hampir sama kualitas nya dengan anak anak kota.

Beda sekali dengan kita, pendidikan yang berkualitas tidak merata. Sekolah sekolah/PTN masih ada yang mengajarkan siswa siswa nya untuk bersaing dengan sekolah lain yang masih sama sama di ACEH. Di firlandia, yang ada hanya lah COLLABORATIVE tidak boleh ada kompetitif antar sekolah.

Semoga, kita di Aceh, pendidikan ini jangan lagi dijadikan tempat membentuk karakter siswa yg KOMPETITIF, tapi kooperatif, merata ke semua desa. Olehkarena itu,  kadis pendidikan,kepsek, yang berkualitas adalah kebutuhan MENDESAK unt membenahi negeri ini.
.
Ini lah salah satu cara untuk menyelesaikan Carutmarut negeri ini. Carut Marut PLN, Carutmarut tatanan kota, Carutmarut ekonomi, air bersih, carut marut jalan aspal yang gelap dan banyak lubang, yaitu  Dengan cara merapikan sistem pendidikan kita, meratakan KUALITASNYA.

Wahai pemimpin negeri, tolong jangan ada lagi intervensi politik dalam dunia pendidikan.

kadis kelautan, kadis keuangan, dan kadis kadis lain, silakan saja dipilih karena banyaknya modal mereka yang habis untuk membantu BAPAK saat kampanye dulu,

tapi please, untuk KADIS pendidikan , para rektor PTN, kepala sekolah, para guru dan dosen, jangan sampai ada unsur POLITIK juga disana. Mereka semestinya dipilih oleh para pakar pendidikan saja, yang paham KREDIBILITAS mereka. harapan kami ada pada sector pendidikan,  untuk membangun aceh yang "baldatun  tayiibatun wa Rabbun ghafur"

Wednesday, 7 December 2016

Ketika Malaikat Jibril dan Mikail Menangis

Ketika Malaikat Jibril dan Mikail Menangis

IMAM Al-Ghazali menyebutkan dalam bukunya bahawa nama iblis yang sebenarnya adalah al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al- Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Iblis telah sombong dengan apa yang dimilikinya. Kesombongan Iblis dibuktika dengan keengganannya untuk sujud pada Adam atas perintah Allah. Iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan aku dari api dan Adam dari tanah.”

Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, “Aku membuat apa yang aku kehendaki.”

Iblis tetap dengan kesombongannya enggan sujud pada Adam. Karena ia merasa bahwa dirinyalah yang paling baik.

Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati Iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua karana bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan
sujud. Dia berdiri dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.

Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat karana dia
menjadi kafir. Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para
malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

Ketika Allah S.W.T membalas tipu daya Iblis, maka menangislah Jibril A.S dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, “Apakah yang membuat kamu menangis?” Lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidak aman dari murka-Mu, maka lindungilah kami.”

Setelah diusir, maka iblis pun berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.”

Lalu Allah berfirman yang bermaksud, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”

Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman yang maksudnya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman dengan maksud, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”[]

Saturday, 3 December 2016

UPDATE AKSI BELA ISLAM 212 SEMERBAK HARUM SAAT HUJAN TURUN JAMAAH SHOLAT JUM'AT MONAS


kesaksian Arik S. Wartono

Aku datang longmarch bersama tak kurang 3000 (tiga ribu) jamaah dari kawasan Harmony, memasuki kawasan Monas melalui arah barat patung kuda bundaran HI. Mendapat info bahwa Monas sudah penuh. Tapi aku butuh membuat liputan kebenarannya.
Maka aku memotret dan membuat video di bundaran HI sebentar, kemudian menerobos masuk mendekati panggung utama orasi di Monas, yang sekaligus lolasi panggung imam jamaah sholat jumat.
Langkahku terhenti sekitar 25 meter dari panggung orasi, sebab lautan umat sudah mustahil aku belah lagi untuk lebih dekat.
Dari titik itulah aku membuat liputan kesaksianku, sambil menggelar sajadah.
Selama tak kurang tiga jam berdiam di titik Barat Monas tepat kiri imam yang sekaligus lokasi panggung utama orasi, cuaca tak sedetikpun panas.
Matahari muncul sedikit tanpa membakar terik, selebihnya mendung.
Drone terus beterbangan di atasku, hellykopter mengelilingi Monas dalam hawa sejuk angin semilir.
Saat aku memejamkan mata sambil bersila di atas sajadahku sambil mendengarkan orasi Aa Gym, aku bahkan merasa sauasananya seperti sedang di pinggir pantai, adem-semilir. Padahal kabarnya ini aksi demonstrasi.
Setelah orasi beberapa tokoh, tiba saatnya Muadzin mengumandangkan adzan sebagai tanda dimulainya ibadah Jumat yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim lelaki akil balikh.
Saat itulah hujan mulai turun, seolah Allah sengaja mengirim air wudhu untuk kami semua 7,4 juta jamaah.
Untuk orang sebanyak itu, coba pikir berapa ton kubik air yang dibutuhkan untuk berwudhu sekalipun dalam situasi paling darurat?
Allah memahami kebutuhan kami, maka diturunkannya hujan yang tidak deras untuk kami berwudhu.
MasyaAllah, jamaah pun diliputi rasa syukur dan haru.
Sekitar 5 menit hujan turun, indra penciumanku mengindera bau semerbak harum.
Aku berpikir sejenak, bau parfum siapakah ini yang sanggup semerbak dalam guyuran hujan?
Bukankah kami berkumpul 7,4 juta orang? Mestinya kan pengab bau keringat di bawah hujan? Normalnya kan bau apag (tak sedap) pakaian kotor berkeringat yang terbasahi air?
Tapi ini malah bau harum semerbak.
Aku coba berpikir lain: apakah ada yang sedang membakar dupa?
Ah mana mungkin ada dupa di bawah guyuran hujan? Lagipula ini bukan bau dupa, dan mana mungkin ada jamaah sholat jumat yang membakar dupa?
Aku coba berpikir lain, dan harum semakin semerbak, lebih dari 5 menit sudah harum ini.
Apakah ada sesorang yang menyemprotkan parfum mahal dalam jumlah besar ?
Aku lihat sekeliling, nihil. Di sisi kiri belakangku sekitar 50 meter memang ada mobil tangki, tapi jelas bertuliskan Air Minum (untuk Wudhu).
Harum semerbak bahkan kian jelas. Maka aku coba bertanya pada orang-orang di sekelilingku dengan suara lumayan keras, sebab memang belum Adzan kedua sebagai tanda dimulainya khutbah Jumat :
"Bapak-bapak dan Abang di sini semua apakah mencium bau harum yang kuat?"
semua menjawab
"Ya, benar. Bau harum, wangi."
Aku lihat tadi ada seorang bapak usia 50an yang batuk saat hujan mulai turun. Mungkin bapak ini sedang pilek. Aku langsung tanya:
"Apakah bapak juga mencium bau harum?"
beliau tegas menjawab: "Ya, benar bau harum !"
Aku bertanya sekali lagi dengan suara lebih keras pada semua jamaah di sekelilingku:
"Apakah semua yang di sini mencium bau harum yang kuat?"
Semua serempak menjawab
"Ya", sambil mengangguk. Sampai aku mengulagi 3x pertanyaanku pada jamaah, jawabnya pun sama: YA.
Aku melanjutkan pertanyaan:
"Parfum apakah yang bisa berbau harum di tengah guyuran hujan begini?"
Kebetulan saat itu hujan mulai sedikit deras, bersamaan dengan pertanyaanku.
Tidak ada jawaban.
Akun lanjutkan:
"Adakah di sekitar sini tanaman yang sedang berbunga, yang bapak dan abang semua kenali dengan bau harum begini?"
Semua mengeleng, kembali tak ada jawaban.
Aku lanjutkan lagi:
"Lalu bau harum apa ini, yang kita semua bisa merasakannya dalam guyuran hujan begini?"
Kali ini pertaanku melemah,
Aku melanjutkan pertanyaan:
"Parfum apakah yang bisa berbau harum di tengah guyuran hujan begini?"
Kebetulan saat itu hujan mulai sedikit deras, bersamaan dengan pertanyaanku.
Tidak ada jawaban.
Akun lanjutkan:
"Adakah di sekitar sini tanaman yang sedang berbunga, yang bapak dan abang semua kenali dengan bau harum begini?"
Semua mengeleng, kembali tak ada jawaban.
Aku lanjutkan lagi:
"Lalu bau harum apa ini, yang kita semua bisa merasakannya dalam guyuran hujan begini?"
Kali ini pertaanku melemah, bahkan sedikit tersekat.
Dan beberpa jamaah aku lihat mulai berubah raut mukanya, mereka mulai berlinang air mata.
Tiba-tiba saja kami para lelaki telah menangis di bawah hujan.
"MasyaAllah... Subhanallah.. apakah Kau sedang mengutus malaikatmu untuk kami ya Allah, dengan hujan ini?"
Seorang bapak berwajah keturunan Arab (tampaknya seorang ustsdz, atau mungkin habib) spontan hampir berteriak sambi menangis.
Kami semua pun kian berlinang, tak kurang 100 orang saat itu di dekatku yang memberi kesaksian tentang fenomena alam yang tak biasa ini.
Muadzin pun mengumandangkan adzan kedua, Habib Rieziq mulai berkhutbah sebagai khatib sholat Jumat, dan bau harum tak tercium lagi, hujan terus merintik.
Kami tetap khitmad menyimak khutbah Jum'at yang menggetarkan.
Dan aku menjadi saksi di antara 7,4 juta jamaah.
Itu jamaah sholat jumat terbesar yang pernah aku ikuti seumur hidup, di bawah guyuran hujan.
Allahuakbar.
(Jakarta, 2 Desember 2016)

Tuesday, 15 November 2016

*Tentang Gubernur NTB [Presiden RI Masa Depan]*


Oleh: Dahlan Iskan

*Tuan Guru dgn Masa Depan yg Panjang*

Senin, 22 Februari 2016
Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun di depan Presiden Jokowi segala. Di Lombok. Tanggal 9 Februari lalu.

Inilah gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka. Bahkan tertawa-tawa. Saking mengenanya dan lucunya.
”Yang akan saya ceritakan ini tidak terjadi di Indonesia,” kata sang gubernur. ”Ini di Mesir.”
Sang gubernur memang pernah bertahun-tahun belajar di Mesir, setelah menyelesaikan studynya di pesantren GONTOR. Di universitas paling hebat di sana: Al Azhar. Bukan hanya paling hebat, tapi juga salah satu yang tertua di dunia.
Dari Al Azhar pula, sang gubernur meraih gelar doktor. Untuk ilmu yang sangat sulit: tafsir Alquran. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Alquran. Dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya.

Mesir memang mirip dengan Indonesia. Di bidang politik dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu, terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan.
”Di zaman otoriter dulu,” ujar sang gubernur di depan peserta puncak peringatan Hari Pers Nasional itu, ”Tidak ada orang yang percaya berita koran” Gubernur sepertinya ingin mengingatkan berita koran di Indonesia pada zaman Presiden Soeharto. Sama, tidak bisa dipercaya. Semua berita harus sesuai dengan kehendak penguasa.
”Satu-satunya berita yang masih bisa dipercaya hanyalah berita yang dimuat di halaman 10,” ujarnya. Di halaman 10 itulah, kata dia, dimuat iklan dukacita. Gerrrrr..!! Semua hadirin tertawa. Termasuk Presiden Jokowi. Tepuk tanganpun membahana.
Bagaimana setelah reformasi, ketika pers menjadi terlalu bebas? ”Masyarakat Mesir malah lebih tidak percaya” katanya. ”Semua berita memihak” tambahnya. ”Halaman 10pun tidak lagi dipercaya” guraunya.
Meski hadirin terbahak lebih lebar, sang gubernur masih perlu klarifikasi. ”Ini bukan di Indonesia lho, ini di Mesir,” katanya. Hadirinpun kian terpingkal2. Semua mafhum. Ini bukan di Mesir. Ini di Indonesia.
Saya mengenal banyak gubernur yang amat santun. Semua gubernur di Papua termasuk yang sangat santun. Yang dulu maupun sekarang. Tapi, gubernur yang baru mengkritik pers itu luar biasa santun. Itulah *Gubernur NTB: Tuan Guru Dr KH Zainul Majdi.* Lebih akrab disebut Tuan Guru Bajang.

Gelar Tuan Guru di depan namanya mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit Arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid.
Di Makkah, sang kakek dihormati sebagai ulama besar. Buku-bukunya terbit dalam bahasa Arab. Banyak sekali. Di Mesir, juga di Lebanon. Menjadi pegangan bagi orang yang belajar agama di Makkah.
Sang kakek adalah pendiri organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Setengah penduduk Lombok adalah warga NW. Di Lombok tidak ada NU. NU-nya ya NW itu. Kini sang cuculah yang menjadi pimpinan puncak NW. Dengan ribuan madrasah di bawahnya.

Pada zaman demokrasi ini, dengan mudah Tuan Guru Bajang terpilih menjadi anggota DPR. Semula dari Partai Bulan Bintang. Lalu dari Partai Demokrat. Dengan mudah pula dia terpilih menjadi gubernur NTB. Dan terpilih lagi. Untuk periode kedua sekarang ini.
Selama karirnya itu, Tuan Guru Bajang memiliki track record yang komplit. Ulama sekaligus umara. Ahli agama, intelektual, legislator, birokrat dan sosok santun. Tutur bahasanya terstruktur. Pidatonya selalu berisi. Jalan pikirannya runut.
Kelebihan lain: masih muda, 43 tahun. Ganteng. Berkulit jernih. Wajah berseri. Murah senyum. Masa depannya masih panjang.

Pemahamannya pada rakyat bawah nyaris sempurna.
”Bapak Presiden,” katanya di forum tersebut, ”Saya mendengar pemerintah melalui Bulog akan membeli jagung impor 300.000 ton dgn harga Rp 3.000 per kg.
”Lalu, ini inti pemikirannya: Kalau saja pemerintah mau membeli jagung hasil petani NTB dgn harga Rp 3.000 per kg, alangkah sejahtera petani NTB. Selama ini, harga jagung petani di pusat produksi jagung Dompu, Sumbawa, NTB, hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 saja per kg. Sang gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantik. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu.

Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah.
*”Lombok ini memiliki apa yang dimiliki Bali, tapi Bali tidak memiliki apa yang dimiliki Lombok”* moto barunya. Memang segala adat Bali dipraktikkan oleh masyarakat Hindu yang tinggal di Lombok Barat.

Demikian juga pemahamannya tentang vitalnya infrastruktur. Dia membangun by pass di Lombok. Juga di Sumbawa. Dia rencanakan pula by pass baru jalur selatan. Kini sang gubernur lagi merancang berdirinya kota baru. Kota internasional di Lombok Utara.

Sebagai gubernur, Tuan Guru Bajang sangat mampu dan modern. Sebagai ulama, Tuan Guru Bajang sulit diungguli. Inikah sejarah baru.?? Lahirnya ulama dengan pemahaman Indonesia yang seutuhnya? Subhanallah.
--------------
Bila kita ingin masa depan Indonesia jadi lebih baik, maka bangsa ini harus dipimpin oleh sosok langka seperti DR. KH. Zainul Majdi ini.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa utk menjadi Presiden di negeri ini maka dia harus menjadi *MediaDarling* sayangnya Pemimpin berkualitas dan berkualifikasi seperti Beliau "mustahil" akan didukung oleh para taipan Media, apalagi dengan latar belakang keislamannya yg begitu kental.
Namun itu bukan alasan bagi kita untuk tidak berusaha *Menempatkan Orang Baik di tempat yang baik utk kebaikan bersama* dengan segala kemampuan yang kita miliki. Meski hanya dengan menyebarkan informasi dan postingan ini.

So, bagi yang MAU Pemimpin seperti Dr KH Zainul Majdi menjadi Presiden RI masa depan, silahkan SHARE sebanyak2nya.

Wednesday, 26 October 2016

Sering lah Menangis

🖇Latihan menangis

Sudah berapa banyak air mata yang kering dari mata dan menjadi tandus karena kita tidak melatihnya untuk menagis?

Tahukah anda bahwa generasi tabi'in punya cara sendiri dalam melatih mata mereka untk menangis.

Shaleh al-murri mengatakan,

" sesungguhnya menangis itu ada pemicunya, yaitu memikirkan dosa. Apabila hati sudah larut maka melelehlah air mata.

Apabila hal itu tak bisa menembus hati maka ajaklah untuk membayangkan huru-hara kiamat hingga hati meresponsnya, jika tidak mampu juga maka bayangkanlah ketika jasad di bolak balik di atas api neraka.

Kemudian beliau berteriak histeris dan pingsan, hingga para jama'ah yang mendengarkan ucapanya menangis memenuhi semua penjuru masjd.

Oleh karena itu, apabila anda merasakan kekeringan pada mata anda, maka berlatihlah untuk menangis sebagaimana diajarkan oleh tabi'in ini.

Adakah Kita Miliki Cita2 Setinggi dan Semulia Urwah ibn Zubair

""

🍇🍇🍇

Dialah Abu Abdillah,'Urwah ibnu Zubair ibnul Awwam,
lahir 23 hijriah.

Urwah adl sosok tabi'in yg amat dalam ilmunya, penyantun, zuhud terhadap dunia, dan selalu berorientasi pd kehidupan akhirat.

Suatu ketika 'Urwah bin Zubair berkumpul dgn 'Abdullah bin Zubeir, serta 'Abdul Malik bin Marwan di masjidil haram; yaitu ketika mereka masih akur. Lantas ada diantara mereka yg usul:"ayo, masing2 dri kita menyebutkan cita2nya..." maka 'Abdullah berkata: "cita2ku ialah menguasai Al-Haramain, dn menjadi khalifah..."

Kalau aku ingin menguasai dua wilayah Irak, dn memperistri dua wanita quraisy yg paling jelita; Sakinah binti Husein, dan Aisyah binti Thalhah..." kata Mus'ab.

"Tapi ingin menguasai bumi seluruhnya, dan menggantikan muawwiyah..." kata Abdul Malik.

Namun apa kiranya yg dicita2kan oleh tokoh kta yg satu ini? Adakah ia mencita2kan urusan dunia seperti ketiga temannya tadi...? Meski kta berusaha menerka-nerka apa gerangan cita2nya, pasti akan meleset juga...karena biarkan sang tokoh berterus terang akan cita2nya.

"Cita2ku adalah zuhud di dunia, dan Sukses di akhirat...aku hanya ingin ikut andil dalam menyebarkan ilmu-ilmu keislaman..."kata Urwah.

Akhirnya masing2 dri mereka meraih cita2nya, hingga setelah itu 'Abdul Malik bin Marwan senantiasa mengatakan:

"Barangsiapa ingin melihat salah seorang penghuni surga, maka lihatlah 'Urwah."

***

Sunday, 23 October 2016

Dari Guru, Surat Terbuka untuk Seluruh Murid.

Oleh: Hafnidar Hasbi.

Jika anda memiliki teman yang pernah mempermalukan gurunya di hadapan publik, jangan lindungi dia, jangan bela dia. Itu jika anda menginginkan dia menjadi orang hebat kelak, dan bangsa ini menjadi bangsa yang berkualitas secara moral dan intelektual.

Belajarlah dari Kisah Sultan Murad II dalam menyelesaikan kasus pertikaian antara anaknya, Sultan Muhammad Al Fatih dan gurunya Aaq Syamsuddin.

Aaq Syamsuddin memukul muridnya, Muhammad Al Fatih karena kenakalannya. Lalu Al Fatih mengadukan sang guru pada ayahnya. Namun apa yang terjadi? sang Ayah bukannya marah dan menghukum guru, melainkan malah bersepakat dengan guru untuk memainkan sebuah skenario drama.

Sultan Murad II meminta Aaq Syamsuddin menampar dirinya saat masuk ke kelas anaknya tanpa ijin. Itulah Sultan Murad II, seorang raja yang taat pada Allah SWT telah mempertontonkan otoritas seorang guru dihadapan anaknya.

Bukan otoritas biasa melainkan otoritas di atas otoritas orangtua, bahkan di atas otoritas sang raja itu sendiri.Itulah yang dinamakan Izzah, sebuah kosa kata dalam bahasa Arab yang kedalaman maknanya melebihi sebuah reputasi, harga diridan kewibawaan.

Maka menjadi wajarlah, semata atas takdir Allah SWT jika kemudian Sultan Muhammad Al Fatih menjadi pemimpin hebat sepanjang abad.Menjadi seorang hafidz yang menguasai beberapa bahasa di usia menjelang balik, serta dapat mewujudkan perkataan ratusan tahun sebelum nabi wafat yaitu menaklukkan Konstantinopel.

Nama Sultan Muhammad Al Fatih masih besar dan harum sampai hari ini.Dalam perkembangan zaman sekarang ini, apabila terdapat masyarakat yang menohok-nohok guru dan institusi dengan segenap civitas akademikanya yang tidak bisa menyelamatkan Izzah guru maka tunggulah kehancuran dunia pendidikan.Tunggulah akan lahir murid-murid yang nihil ilmu terlebih akhlak dan moral.

*Penulis adalah dosen Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh

* Judul Tulisan oleh Admin Blogger.